Jun 25 2010

Living Value Education

Published by fransiskus under Penerimaan Siswa Baru

Membangun Budaya Sekolah Berbasis Nilai-Nilai Kehidupan

Mengapa sampai sekarang negara kita, sesudah lebih dari usia emas belum juga mencapai tujuan yang dicita-citakan yakni menjadi negara maju yang rakyatnya makmur dan sejahtera? Bahkan sesudah terpuruk oleh krisis muldimensional tampaknya juga susah untuk bangkit lagi. Sungguh kentara bedanya dengan negara-negara maju seperti Jepang bahkan juga bila dibandingkan dengan negara tetangga Singapura?

Memang kemajuan suatu negara tidak tergantung pada usia negara tersebut. India dan Mesir negaranya sudah berusia 2000 tahun lebih, toh sekarang masih juga termasuk negara berkembang. Sementara Kanada, Selandia Baru, Singapura yang usianya kurang dari 100 tahun sekarang menjadi negara maju.

Kayanya sumber daya alam suatu negara juga tidak menjamin kemajuan suatu bangsa. Jepang meski hanya memiliki kepulauan yang kecil pun 80% tanahnya gunung berapi toh akhirnya bisa menjadi negara industri terkemuka di dunia. Ras dan  warna kulitpun juga bukan faktor penting karena banyak orang Afrika yang berhasil di Amerika Serikat. Kepandaian juga tidak menjadi jaminan karena menurut penelitian tidak ada perbedaan signifikan dalam inteletual antara ras yang satu dengan yang lainnya. Lalu apa yang membuat negara dapat maju?

Ternyata setelah diadakan penelitian  tentang perilaku dan gaya hidup rakyatnya ditarik kesimpulan bahwa negara-negara maju memiliki masyarakat yang sebagian besar berperilaku menghargai dan menjunjung tinggi etika, moral dan nilai-nilai kehidupan dan memiliki etos kerja  serta berdisiplin tinggi. Hal seperti itu kurang ditemukan di negara-negara miskin atau bila ada hanya sedikit saja. Maka membangun sikap atau karakter menjadi faktor utama untuk membentuk generasi yang dapat menjaminkemajuan  suatu negara. Teknologi, intelektual atau kecerdasan memang penting untuk dikembangkan tetapi teknologi canggih dalam tangan orang-orang yang tak menjunjung tinggi etika, moral dan nilai-nilaikehidupan hanya akan menghasilkan masyarakat yang tidak adil dan penuh penindasan.

Pendidika nilai menjadi amat penting  manakala kemajuan dunia dengan keunggulan teknologi infomatikanya yang bersenjatakan media masanya telah merasuki dan bahkan meracuni masyarakat terutama anak-anak kita yang masih lemah dalam sikap dan pandangan hidupnya. Media masa yang gencar menyajikan kekerasan dan hiburan tak mendidik serta merasuki masyarakat dengan budaya yang memuja kenikmatan  dan lupa nilai kehidupan seperti hedonisme, materialisme dan konsumerisme.

Sekolah-sekolah Fransiskus memahami dan merasa perlu untuk menekankan pendidikan plus bukan pada  kepandaian saja tetapi sesuai dengan misinya untuk mengembangkan pendidikan yang menyeluruh  (holistik) berupaya mendidik anak dengan  membangun sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan. Untuk mendukung pelaksanaan pendidikan nilai tersebut maka para guru dan karyawan telah mendaptkan serangkaian pelatihan antara lain : Introduksi, Living Value, Pengelolaan Kelas ala Living Value, MBTI, Character Building, Conflict Resolution. Sedangkan untuk rekruitmen dan pemberdayaan SDM, Yayasan bekerja sama dengan I Tech Consulting.

No responses yet